Berita BoTriMe hari ini

CSS

Kode Recentpost Grid

21/04/2026

Pakar nilai Wikimedia perlu daftar PSE demi jamin kepastian hukum


Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menilai penting bagi Wikimedia Foundation untuk segera mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) agar memiliki kepastian hukum dalam beroperasi di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan aturan PSE memberikan landasan hukum yang jelas bagi platform digital, termasuk dalam hal perlindungan data pengguna dan mekanisme penanganan masalah.

“PSE secara hukum harus terdaftar secara resmi dan ini secara tidak langsung juga menjadi perlindungan hukum bagi masyarakat Indonesia. Ada perwakilan yang bisa dihubungi jika ada masalah, dan follow up yang perlu dilakukan dengan PSE yang bersangkutan,” kata Alfons kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengultimatum Wikimedia Foundation untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran sebagai PSE lingkup privat di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemenkomdigi memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kerja sejak 15 April 2026 bagi Wikimedia untuk segera mendaftar PSE.

Apabila tenggat waktu tidak terpenuhi, maka akses ke semua platform milik Wikimedia, termasuk ekosistem ensiklopedia online Wikipedia Indonesia dan Wikimedia Commons akan diblokir.

Maka dari itu, Alfons mendorong Wikimedia Foundation untuk mematuhi aturan PSE demi memberikan kejelasan hukum serta menjamin keamanan data bagi pengguna di Indonesia.

Terkait risiko yang muncul apabila Wikimedia tidak terdaftar, Alfons mengatakan nantinya pemerintah akan kesulitan berkomunikasi dengan pihak platform ketika terjadi persoalan, baik terkait konten maupun aspek lainnya.

“Kalau ada masalah dengan konten PSE tersebut, pemerintah jadi tidak bisa mendapatkan pihak yang bisa diajak komunikasi untuk menyelesaikan masalah di PSE tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, regulasi PSE bisa mendorong platform global untuk lebih bertanggung jawab terhadap konten, perlindungan data, serta penegakan hukum di Indonesia.

“Jika PSE terdaftar, artinya mereka patuh dengan aturan hukum yang berlaku di setiap negara. Kalau mereka tidak mendaftarkan diri artinya mereka tidak patuh hukum. Hal ini akan berdampak positif bagi ketaatan terhadap peraturan dan perlindungan terhadap masyarakat dari konten yang tidak benar atau berbahaya,” tutur Alfons.

Lebih lanjut, Alfons mengapresiasi sikap tegas pemerintah dalam memberikan ultimatum kepada Wikimedia Foundation. Sebab, menurutnya penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu.

“Kalau melihat perjalanannya, pemerintah sudah sangat sabar dan memberikan waktu yang panjang dan mau berkomunikasi dan memberikan kesempatan kepada PSE. Kalau masih membandel, memang harus ditindak sesuai ketentuan. Kalau tidak nanti hal ini akan menjadi preseden buruk dan diikuti oleh PSE lain,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi Alexander Sabar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi.

“Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen dalam menegakkan tata kelola ruang digital yang tertib dan adil bagi seluruh penyelenggara sistem elektronik,” kata Alex di Jakarta Pusat, Rabu lalu (15/4).

Jika dalam tujuh hari kerja Wikimedia tidak juga mendaftar PSE sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, maka Kemenkomdigi akan memblokir layanan Wikimedia.

Langkah ultimatum diberikan setelah pemerintah sebelumnya memberikan perpanjangan waktu atas permintaan Wikimedia sejak 2025. Pemberitahuan awal telah disampaikan sejak 14 November 2025 agar Wikimedia segera mendaftarkan diri sebagai PSE lingkup privat.

Sebagai bentuk penegakan aturan, pemerintah kembali memberikan perpanjangan waktu terakhir selama tujuh hari.

Ketentuan pendaftaran PSE merupakan kewajiban bagi seluruh platform digital, baik lokal maupun asing, yang beroperasi di Indonesia guna memastikan legalitas, perlindungan data pengguna, serta tata kelola ruang digital.

Pendaftaran PSE menjadi syarat multak bagi seluruh penyelenggara sistem elektronik (media sosial, e-commerce, fintech, search engine) yang beroperasi di Indonesia.

Dalam Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 disebutkan bahwa PSE yang tidak mendaftar dapat dikenakan sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis hingga pemutusan akses atau pemblokiran layanan.

Pendaftaran PSE sendiri tidak dipungut biaya dan berlaku setara bagi seluruh platform, baik yang bersifat komersial maupun nirlaba.

Oleh : Bayu Saputra/ANTARA

Berita ini telah ditayangkan di BorneoTribun dengan Judul Pakar nilai Wikimedia perlu daftar PSE demi jamin kepastian hukum, Link: https://www.borneotribun.com/2026/04/pakar-nilai-wikimedia-perlu-daftar-pse.html

18/04/2026

KNKT ungkap dua faktor maraknya kecelakaan dari kendaraan niaga


Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga di Indonesia masih banyak terjadi karena faktor manusia dan juga lalainya perawatan yang dilakukan untuk kendaraan operasional yang mereka gunakan.

Hal ini perlu adanya ketegasan yang jelas dari pihak perusahaan dan juga produsen kendaraan-kendaraan niaga di Indonesia untuk memberikan edukasi terkait pentingnya perawatan kendaraan secara berkala.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh,” kata Senior Investigator Ahmad Wildan melalui keterangan resminya, di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Training Division Head HMSI, Pieter Andre menjelaskan bahwa pengemudi memiliki tanggung jawab yang cukup besar, sehingga pihaknya memberikan kegiatan edukasi terkait keselamatan berkendara bagi driver kendaraan niaga.

“Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ucap Pieter Andre.

Keterlibatan dan juga kolaborasi antara pihak seperti ATPM, regulator dan operator, menjadi kunci sukses agar terjadinya penurunan angka kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan niaga di Indonesia.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana juga menjelaskan bahwa perekrutan pengemudi tidak bisa dipilih secara sembarang. Perlu adanya seleksi yang ketat untuk mengurangi kejadian yang serupa di kemudian hari.

“Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” kata dia.

Pewarta : Chairul Rohman/ANTARA

Berita ini telah ditayangkan di BorneoTribun dengan Judul KNKT ungkap dua faktor maraknya kecelakaan dari kendaraan niaga, Link: https://www.borneotribun.com/2026/04/knkt-ungkap-dua-faktor-maraknya.html

15/04/2026

Anak Kecanduan Gawai? Dokter IDAI Ungkap Cara Efektif Hentikan Dalam 1 Bulan

Dokter anak menyebut kecanduan gawai pada anak bisa dihentikan dalam 2–4 minggu dengan konsistensi orang tua dan pengalihan aktivitas yang tepat.
Dokter anak menyebut kecanduan gawai pada anak bisa dihentikan dalam 2–4 minggu dengan konsistensi orang tua dan pengalihan aktivitas yang tepat.

JAKARTA — Kecanduan gawai pada anak kini menjadi perhatian banyak orang tua. Namun kabar baiknya, kebiasaan tersebut sebenarnya bisa dihentikan dalam waktu relatif singkat, asalkan orang tua konsisten dan mampu mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang menarik.

Dokter Anak dan Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH menjelaskan bahwa proses menghentikan kecanduan gawai pada anak umumnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.

“Sebenarnya untuk menghentikan, berdasarkan pengalaman pasien-pasien, biasanya membutuhkan 1–2 minggu kalau kita hentikan sama sekali, walau itu mungkin akan membuat anak sedikit cranky atau rewel,” ujar Bernie saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Reaksi Awal Anak Saat Gadget Dihentikan Itu Wajar

Menurut Bernie, reaksi seperti anak menjadi rewel, mudah marah, atau terlihat gelisah saat gawai dihentikan merupakan hal yang wajar. Kondisi ini terjadi karena otak anak sudah terbiasa dengan stimulasi cepat dari layar.

Aktivitas bermain gawai memicu pelepasan dopamin di otak, yaitu zat kimia yang memberi rasa senang. Hal inilah yang membuat anak ingin terus mengulang aktivitas tersebut.

“Ini yang akhirnya anak akan berusaha lagi untuk mendapatkan hal itu. Lagi dan lagi akhirnya akan terjadi kecanduan atau ketergantungan juga adiksi terhadap kegiatan tersebut,” jelas dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kunci Utama: Alihkan Ke Aktivitas Yang Menarik

Menghentikan penggunaan gawai saja tidak cukup. Orang tua perlu mengganti kebiasaan tersebut dengan kegiatan lain yang lebih menarik bagi anak.

Beberapa aktivitas yang bisa menjadi alternatif antara lain:

  • Bermain permainan tradisional

  • Aktivitas fisik seperti bersepeda atau berlari

  • Menggambar atau mewarnai

  • Bermain bersama teman sebaya

  • Membantu aktivitas ringan di rumah

“Orang tua harus mengalihkan. Orang tua juga harus mengajak melakukan sesuatu yang cukup menarik juga bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukannya,” ujarnya.

Menurut pengalaman klinis, setelah melewati masa awal tanpa gawai, anak biasanya mulai terbiasa dan tidak lagi mencari perangkat tersebut.

“Alihkan dengan permainan yang lain, atau kegiatan lain yang tentunya cukup menyenangkan bagi anak. Berdasarkan pengalaman, cukup sekitar dua minggu, paling lama satu bulan. Sebenarnya anak tidak akan mencari gawai lagi kalau tidak diberikan,” tambah Bernie.

Orang Tua Harus Jadi Contoh Penggunaan Gawai

Selain membatasi penggunaan gawai pada anak, orang tua juga memiliki peran penting sebagai panutan.

Jika orang tua masih sering bermain ponsel di depan anak, maka anak cenderung akan kembali meminta gawai.

“Sebisa mungkin pada saat itu orang tua jangan bermain gawai juga di depan anak, yang tentunya anak akan tertarik lagi untuk meminta gawainya kembali,” tegas Bernie.

Perilaku orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan digital anak sejak dini.

Mengapa Kecanduan Gawai Perlu Segera Diatasi

Penggunaan gawai berlebihan pada anak dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan, seperti:

  • Gangguan konsentrasi

  • Keterlambatan bicara

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Gangguan pola tidur

  • Berkurangnya interaksi sosial

Karena itu, pengawasan dan pembatasan penggunaan gawai sejak dini sangat dianjurkan oleh tenaga kesehatan anak.

Tips Praktis Mengurangi Ketergantungan Gadget Pada Anak

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Tetapkan jadwal penggunaan gawai harian

  2. Buat zona bebas gadget di rumah

  3. Perbanyak aktivitas fisik anak

  4. Libatkan anak dalam kegiatan keluarga

  5. Konsisten menerapkan aturan

  6. Batasi penggunaan gadget sebelum tidur

Dengan langkah yang konsisten, anak bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru tanpa ketergantungan pada layar.

FAQ

Berapa lama waktu menghentikan kecanduan gawai pada anak?

Berdasarkan pengalaman dokter anak, umumnya membutuhkan waktu sekitar 1–2 minggu, dan paling lama hingga satu bulan, tergantung konsistensi orang tua.

Kenapa anak menjadi rewel saat gadget dihentikan?

Karena otak anak sudah terbiasa dengan stimulasi dopamin dari gawai. Saat dihentikan, anak mengalami proses adaptasi yang membuatnya mudah marah atau gelisah.

Apa cara terbaik mengalihkan anak dari gadget?

Orang tua bisa mengajak anak bermain permainan tradisional, aktivitas fisik, menggambar, atau kegiatan kreatif lainnya yang membuat anak merasa senang.

Apakah orang tua harus ikut membatasi penggunaan gadget?

Ya. Orang tua perlu menjadi contoh karena anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya.

Apakah anak bisa benar-benar lepas dari kecanduan gadget?

Bisa. Dengan konsistensi dan pengalihan aktivitas yang tepat, anak biasanya tidak lagi mencari gadget setelah melewati masa adaptasi awal.


Berita ini telah ditayangkan di BorneoTribun dengan Judul Anak Kecanduan Gawai? Dokter IDAI Ungkap Cara Efektif Hentikan Dalam 1 Bulan, Link: https://www.borneotribun.com/2026/04/anak-kecanduan-gawai-dokter-idai-ungkap.html

14/04/2026

Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas


Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta pengelola destinasi wisata untuk menjaga standar amenitas dan fasilitas umum yang disediakan di area sekitar lokasi wisata.

"Kementerian Pariwisata mendorong pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata agar menjaga standar amenitas dan kenyamanan fasilitas destinasi wisata," kata Widiyanti kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Widiyanti menekankan bahwa amenitas dan fasilitas umum harus dijaga dalam keadaan bersih demi kenyamanan wisatawan. Begitu pula pelayanan kepada wisatawan, yang harus prima atau optimal.

Kedua hal itu perlu dijaga dalam rangka menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi wisatawan.

Dia juga mendorong usaha pariwisata untuk berizin resmi dan mengikuti standar usaha yang sudah ada pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata.

Pemerintah daerah juga diminta untuk mematuhinya dan melakukan pengawasan secara efektif terhadap usaha-usaha pariwisata di bawah tanggung jawabnya mereka sehingga tercipta kenyamanan dan keamanan juga pelayanan prima bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Pemerintah juga mendorong pengelola destinasi wisata senantiasa melaksanakan standar operasional, standar keamanan terutama pada wahana dengan risiko tinggi, mitigasi destinasi, dan pengelolaan yang berkelanjutan, serta memberikan informasi kepada wisatawan secara langsung maupun melalui media sosial untuk memudahkan wisatawan.

Dalam memastikan kenyamanan wisatawan, pengawasan terhadap standar amenitas dan fasilitas dilakukan secara sistematis melalui beberapa pendekatan utama, yakni penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang mencakup pemantauan kebersihan fasilitas umum seperti toilet, area makan, dan tempat ibadah, serta penguatan aspek kesehatan dan keselamatan melalui kesiapan petugas dan fasilitas darurat.

Pengawasan intensif dilakukan di destinasi prioritas dengan tingkat kunjungan tinggi, seperti kawasan Bandung Raya, Bogor Raya, dan Pangandaran di Jawa Barat, yang dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola destinasi guna menjaga kualitas layanan.

Evaluasi berbasis umpan balik wisatawan dilakukan melalui pemanfaatan ulasan digital dan survei kepuasan sebagai dasar peningkatan kualitas amenitas, disertai dengan tindak lanjut yang responsif terhadap keluhan wisatawan di lapangan.

Oleh : Hreeloita Dharma Shanti/ANTARA

Berita ini telah ditayangkan di BorneoTribun dengan Judul Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas, Link: https://www.borneotribun.com/2026/04/menpar-minta-pengelola-destinasi-jaga.html

13/04/2026

Wamenekraf yakini teater musikal siap jangkau pasar lebih luas


Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar meyakini dengan perkembangan teater musikal nasional yang semakin berkualitas bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan berpeluang menembus pasar global.​​​​​​

Irene mengapresiasi pertunjukan Chicago The Musical versi Bahasa Indonesia yang dipersembahkan ArtSwara Production yang dinilai menjadi tonggak baru dalam perkembangan teater musikal nasional.

“Teater musikal Indonesia memiliki kualitas yang sangat kuat dan talenta-talenta yang ada di panggung Chicago The Musical sudah siap untuk diorbitkan ke luar negeri. Ini bukan pertama kali saya menonton teater musikal, maka kita perlu memperluas jangkauan biar dunia melihat bahwa Indonesia punya karya seni pertunjukan yang terus membanggakan,” kata Irene dalam keterangan yang dikonfirmasi, Senin.

Pertunjukan Chicago The Musical versi Bahasa Indonesia merupakan kolaborasi antara ADPRO. dan Jakarta Art House, menjadi pilihan hiburan berkualitas selama 5 hari untuk 8 kali show pada 8 hingga 12 April 2026.

Chicago The Musical diyakini bisa membuka peluang lebih luas bagi talenta ekonomi kreatif Indonesia untuk menembus panggung global. Keberanian dan kehebatan para pejuang teater musikal mampu mengadaptasi karya internasional dengan sentuhan lokal seperti memberi koreografi pada adegan cuplikan tarian nusantara.

“Setiap lagu yang dinyanyikan, gerakan tarian dengan penghayatan, serta dialog yang penuh perasaan menjadi pertunjukan paling meriah untuk Chicago The Musical. Tantangannya ialah bagaimana membuat lebih banyak orang, termasuk mereka yang di luar Indonesia, bisa menonton dan bangga terhadap teater musikal di Indonesia,” katanya.

Produser eksekutif Fadli Hafizan mengatakan Chicago The Musical menjadi pertunjukan Broadway yang ikonik yang paling banyak diadaptasi di berbagai negara. Produksi Chicago The Musical versi Indonesia ini melibatkan lebih dari 150 pekerja kreatif, yang terdiri atas sekitar 20 pemain termasuk 5 penyanyi dan 130 kru di belakang layar.

Selama hampir tiga bulan, para talenta teater musikal menjalani proses latihan dan persiapan secara intensif sehingga menunjukkan begitu besar ekosistem ekonomi kreatif untuk satu produksi teater musikal. Ia juga mengatakan kehadiran penonton sangat berarti bagi semua pekerja seni pertunjukan di Indonesia demi menjaga keberlangsungan dan ekosistemnya.

“Di Indonesia, hal paling penting yang ingin kami sampaikan yaitu terkait pesan isu hukum dan fenomena ‘no viral, no justice’ yang terasa dekat dengan realitas negara ini. Sudah jelas bahwa kami juga mempersiapkan element of surprise mulai dari kostum, artistik, serta dialog yang dekat dengan penonton Indonesia,” jelas Fadli.

Aldafi Adnan sebagai sutradara mengatakan pertunjukan The Chicago Musical menjadi sejarah baru pertama kali dibawakan di Indonesia untuk menyampaikan cerita yang dekat ke hati para penonton.

Kisah Roxie Hart (Putri Indam Kamila) dan Velma Kelly (Galabby) dalam Chicago The Musical bukan sekadar cerita kriminal atau hiburan satir. Adaptasi kisahnya menjadi cerminan Indonesia hari ini yang mana setiap cerita bisa dibentuk dari persepsi, popularitas, dan publikasi media sehingga penonton diajak tertawa dan terhibur atas pesona glamor, drama, dan skandal yang ditampilkan.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA

Berita ini telah ditayangkan di BorneoTribun dengan Judul Wamenekraf yakini teater musikal siap jangkau pasar lebih luas, Link: https://www.borneotribun.com/2026/04/wamenekraf-yakini-teater-musikal-siap.html