TAGLINE: #PemkabMelawi #TNI-POLRI

Ketua TP-PKK Kabupaten Melawi Ny. Raisya Sarbina Dadi, Gelar Jambore Kader Posyandu Tahun 2021



BORNEOTRIBUN.COM, MELAWI - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)  Kabupaten Melawi menggelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2021. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Emaus Nanga Pinoh, Rabu (15/09/2021), dibuka oleh Bupati Melawi H. Dadi Sunarya UY. Jambore PKK kali ini mengangkat tema “Peran Serta Kader Dalam Kegiatan Posyandu dan Stunting di Masa Covid-19".  


Bupati Melawi H. Dadi Sunarya UY dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kader PKK dan kader posyandu yang bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Melawi.“Terima kasih untuk Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan yang sudah tampil baik hari ini. Pemerintah terus mendorong agar peran PKK di tengah-tenagh masyarakat bisa lebih maju,” ungkapnya. 


Ketua TP-PKK Kabupaten Melawi Ny. Raisya Sarbina Dadi, SE.,M.A.P Mengucapkan Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, TP-PKK Kabupaten Melawi serta Wahana Visi Indonesia Area Program Melawi-Sintang.




Untuk itu saya mengharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan Wawasan dan pengetahuan serta Meningkatkan motivasi para kader untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan Sejahtera. Semoga kegiatan ini dapat menciptakan kader Posyandu yang mampu Ikut andil dalam percepatan pembangunan kesehatan khususnya bagi kesehatan ibu dan anak. Karena hal ini berkaitan dengan Stunting yang telah Isu kesehatan Nasional, ungkap Raisya Sarbina Dadi.


Margaretta Siregar selaku Area program manager WVI mengatakan sangat mendukung kegiatan Pemkab Melawi secara khusus tema yang diambil adalah peran serta kader dalam kegiatan posyandu dan stunting. Dimana sesuai dengan tujuan WVI untuk meningkatkan kesejahteraan anak khususnya dibidang kesehatan. Permasalahan stunting di kabupaten melawi masih terus ada bahkan cenderung meningkat apalagi di masa pandemic ini WVI melihat adanya tren peningkatan pernikahan usia anak yang pada akhirnya akan berkorelasi terhadap angka stunting dan angka kematian ibu dan angka kematian anak. 


Semoga dengan kegiatan jamboree kader posyandu membangkitkan motivasi dan semangat para kader posyandu dan semua pihak dalam penanganan stunting di kabupaten melawi, tutup Raisya Sarbina Dadi.


Penulis : Erik.P





Tinggalkan Komentar

Back Next